topmetro.news, Asahan – Kabut asap mulai memasuki wilayah Sumatera Utara (Sumut). Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution langsung mengimbau seluruh bupati dan wali kota mengambil langkah antisipasi guna melindungi kesehatan masyarakat, terutama peserta didik.
Sebagai langkah perlindungan terhadap paparan kabut asap, Bobby meminta sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Jumat (16/10/2026). Kebijakan tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas di tengah memburuknya kondisi udara.
Imbauan itu disampaikan Bobby Nasution di sela-sela peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).
Bobby menegaskan, pelaksanaan pembelajaran dari rumah bukan berarti peserta didik diliburkan. Kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan meskipun dilakukan secara jarak jauh.
“Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,” ujar Bobby.
Kepala Daerah Diminta Bergerak
Selain meminta penerapan PJJ, Bobby mengimbau seluruh bupati dan wali kota di Sumut menyesuaikan langkah antisipasi dengan kondisi di daerah masing-masing.
Para kepala daerah diminta aktif memantau perkembangan kualitas udara serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan kabut asap.
Bobby juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan langkah perlindungan kesehatan, termasuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Bupati/wali kota juga kami harapkan terus memantau perkembangan kondisi udara. Kita imbau juga masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan dengan menggunakan masker,” ucapnya.
Modifikasi Cuaca Jadi Upaya Penanganan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan sebagai salah satu upaya membantu penanganan kabut asap.
Menurut Bobby, upaya tersebut telah dilakukan di Kabupaten Samosir dan direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah lainnya.
“Kita telah mencoba modifikasi cuaca di wilayah Kabupaten Samosir dan direncanakan untuk dilanjutkan di daerah lain,” sebutnya.
Pemprov Sumut juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait penanganan kabut asap, termasuk kemungkinan pemanfaatan teknologi pendukung untuk mengurangi dampaknya.
“Kita juga bersinergi dengan Provinsi Sumsel terkait pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap,” jelasnya.
Langkah koordinasi lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian dampak kabut asap. Sementara itu, pemantauan kualitas udara dan penerapan langkah perlindungan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
Pemerintah daerah diharapkan terus mengantisipasi perkembangan situasi agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.
penulis| Erris

